Kaur, Bengkulu | Berindonews.com – Senin 22/02/2021 sehubungan dengan adanya pembangunan jalan rabat beton di desa Tebing Rambutan tepatnya di dusun Talang Jawa kecamatan Nasal Kabupaten Kaur provinsi Bengkulu dengan biaya dari Dana desa(DD) tahun anggaran 2020 yang dirialisasikan oleh pemerintah pusat yang dianggarkan melalui anggaran pendapatan belanja negara ( APBN )gunanya untuk mensejahtrakan dan memperdayakan masyarakat terutama desa yang tertinggal sebagai mana di atur dalam peraturan UU tentang desa nomor 6 tahun 2014.

Hasil Pantauan Media ini jalan tersebut kurang dari satu tahun pembangunan rabat beton yang tidak sesuai regulasi atau tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Bagai mana tidak jalan tersebut belum genap satu tahun di bangun sekarang sudah rusak dan batu-batu kecilpun sudah berhamburan kata salah seorang masyarakat berinisial (Di)di Tempat pembangunan rabat beton tersebut.

Sehubungan hal ini wartawan media ini langsung bergegas pergi menuju kantor camat Nasal Sirajudin Aksa guna untuk koordinasi dan konfirmasi terkait pekerjaan jalan yang amburadul mengatakan bahwa beliau tidak mengetahui keadaan jalan tersebut,di karnakan setiap kali ditelpon PJS Kades tebing Rambutan tersebut nomirnya jarang aktif ,bahkan hari ini saya beberapa kali menelpon beliau,namun sampai sekarang nomornya tidak aktif aktif, jadi kalau seperti ini gimana permasalaan ini akan selesai,maksud saya ingin mengajak pak Saipul Amri selaku PJS kades desa tersebut untuk mengecek kebenaran jalan itu besama kawan-kawan dari media agar semua persoalan bisa di jelaskan,akan tetapi kalau di hubungi saja tidak bisa gimana mau menyelesaikan sebuah persoalan.

Lanjut Sirajudin kalau saya sendiri jujur saya tidak tahu menau persoalan jalan tersebut,ujar pak camat kepada awak media di ruang kerjanya usai sholat dzuhur dengan Muka Sedikit Kesal.

Sehabis dari kantor camat media ini langsung datang kerumah PJS Kades Tebing Rambutan,namun sayang beliau tidak berada di tempat, di telpon juga nggak aktif,yang ada hanya istrinya,dan kata istrinya pak Saipul Amri nya kekebun dari pagi tadi.

Di lihat dari fisik pekerjaan jalan rabat beton tersebut di temukan adanya kejanggalan,Hal ini kuat dugaan adanya penyimpangan Dana pembangunan dikarenakan pembuatan jalan didesa Tebing Rambutan kecamatan nasal Kabupaten Kaur yang pelaksanaanya asal Asalan alias asal jadi dan diduga adanya pengurangan volume dalam pengerjaan pembangunan rabat beton tahun 2020.

Dalam hal ini media BerindoNews com beberapa hari yang lalu mendatangi salah satu warga desa tebing rambutan inisial (SL) guna untuk di konfirmasi terkait jalan tersebut di mana beliau menjelaskan kepada media ini bahwa pekerjaan jalan tersebut tidak sesuai dengan regulasi yang di tetapkan oleh kementerian desa (Kemendes).

Selain itu kalau berpedoman dari regulasi tersebut harus benar – benar pembangunan rabat beton dengan panjang 231 meter, Lebar 4 meter, tebal 15 cm diduga tidak sesuai yang diharapkan dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh peraturan menteri ( Permendes ).
nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun anggaran 2020.

Bagaimana tidak rabat beton yang diduga dengan dana Rp. 300.000.000.(Tiga ratus juta rupiah) pembangunan yang dilaksanakan bulan April tahun 2020 diduga sudah hancur batu kerikil kecil pun berhamburan di atas jalan tersebut. Ucap narasumber yang namanya minta disembunyikan.

Dalam hal ini Pekerjaan fisik jalan tersebut wartawan media ini sudah melakukan pengukuran rabat beton dan ternyata panjang diduga hanya 210 meter, lebar 3,80 meter dan tebal 12 cm.Untuk menyikapi hal tersebut media ini meminta kepada aparatur Negara,Dinas dan instansi Terkait di mohon agar kiranya segera menindaklanjuti hal tersebut supaya adanya keterbukaan di publik serta pihak BPKP juga untuk dapat menindaklanjuti pekerjaan jalan rabat beton yang sangat amburadul jangan terkesan seolah-olah menghidar dari keterbukaan publik. (Sudirman AIL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *