Kaur, Bengkulu | BerindoNews.com – Menindaklanjuti surat dari DPRD kabupaten kaur ,untuk mengundang hearing pada Senen 15 Pebruari Minggu depan , forum media online yang di pimpin langsung oleh ketua forum Asef Rinanto , bersama rekanan media online yang tergabung yang ada di wilayah kabupaten kaur , pada jumat 12/02/2021 telah mengadakan rapat internal di Gedung koliner kota Bintuhan .

Adapun bahasan yang di simpulkan adalah menyatukan persepsi serta merapatkan barisan agar dalam pelaksanaan hearing yang akan di hadapi sesuai dengan tuntutan dan keinginan bersama ,dalam anggaran publikasi tahun 2021.

Ketua forum media online ,Asep Rianto dalam sambutannya , agar seluruh media online dapat berasama-sama hadir dalam pelaksanaan heraing nanti, dan yang terpenting tetap kompak dan patuhi porokes covid-19 serta harus dispilin, mengingat saat ini kaur masih situasi vandemi covid-19.ujar Asep.

Sementara di sampaikan juga oleh perwakilan media online sebagai juru bicara pada saat hearing ,aprin taskan Yanto , dengan ada nya anggaran publikasi yang sudah kita ketahui besaran Untuk standar media online ,tetap kita pertanya kan sistim dan DPA dan regulasi yang di mengatur tentang anggaran tersebut , dan yang terpenting kita media online harus sama-sam berjuang supaya anggaran yang di tuangkan tetap sama seperti media lain , apa lagi di ketahui di OPD ada yang menghangatkan publikasi tetap pada anggaran seperti dulu ,arti nya ini ada yang tidak beres, maka dari itu kata aprin kita harus pertanyakan dari mana datang nya kebijakan yang di buat, termasuk pihak DPRD mesti nya atas nama dewan yang mewakili hati nurani masyarakat termasuk media online , supaya dapat memahami bagaimana anggaran yang kurang pas itu, tidak di sah kan dalam pengesahan nya ,ujar aprin .

Senada di sampaikan oleh simarjon selaku juru bicara , mengenai anggaran publikasi saat ini masih rancuh, maka kita dalam kesempatan nanti , media online dapat membuka secara terang benderang , mekanisme sesuatu anggaran yang di peruntukkan kepada media ,agar dapat di buka secara transparan , sebab menurut dia , dalam ketentuan besaran anggaran publikasi untuk media online ,tidak sama dengan OPD yang lain. Hal ini lah besar pertanyaan kita terhadap pihak yang memiliki kebijakan tersebut, kenapa bisa berbeda -beda anggaran yang di peruntukan ke media online.”Ujar nya.

Sementara dapat forum media online di hadiri berbagai dari perwakilan media , serta di buat natulen rapat. (Sudirman Ail)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *